Keutamaan Malam Lailatul Qadar dan 10 Hari Terakhir Bulan Ramadhan

Keutamaan Lailatul Qadar dan 10 hari terakhir bulan Ramadhan-Tak terasa sudah hampir sebulan menjalankan ibadah puasa dibulan yang suci ini. Walaupun godaan datang tapi Alhamdulillah masih bisa menjalankan puasa di saat-saat terakhir bulan Ramadhan, Yah sepuluh hari yang akhir dibulan ini harus kita manfaatkan untuk meraih kemulyaan dan berkah.

Sepuluh hari terakhir identik dengan datangnya Lailatul Qadar, Cukuplah untuk mengetahui tingginya kedudukan Lailatul Qadar dengan mengetahui bahwasanya malam itu lebih baik dari seribu bulan, Allah berfirman.




إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ * وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ * لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ * تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ * سَلَامٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ *


"Artinya : Sesungguhnya Kami menurunkan Al-Qur'an pada malam Lailatul Qadar, tahukah engkau apakah malam Lailatul Qadar itu? Malam Lailatul Qadar itu lebih baik dari seribu bulan, pada malam itu turunlah melaikat-malaikat dan Jibril dengan izin Allah Tuhan mereka (untuk membawa) segala usrusan, selamatlah malam itu hingga terbit fajar." [Al-Qadar : 1-5]

Dan pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah.
"Artinya : Sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi dan sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan. Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah, (yaitu) urusan yang besar dari sisi Kami. Sesungguhnya Kami adalah Maha mendengar lagi Maha Mengetahui" [Ad-Dukhan : 3-6]

Sepuluh hari terakhir Ramadhan memiliki beberapa keutamaan, Bahkan Nabi Muhammad pun mengutamakan 10 hari itu. Beberapa keutamaan 10 Terakhir bulan Ramadhan yaitu:

1. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membangunkan istri-istri beliau agar berjaga untuk melakukan shalat, dzikir, dan ibadah lainya. Hal ini agar mereka juga dapat meraih keuntungan besar pada waktu-waktu utama tersebut. Sesungguhnya saat-saat itu merupakan kesempatan yang tidak sepantasnya bagi seorang mukmin berakal untuk melewatkannya begitu saja.

Aisyah Radhiyallahu 'anha berkata, "Nabi apabila telah masuk sepuluh malam (yang akhir dari bulan Ramadhan) beliau mengikat sarung beliau, menghidupkan malam, dan membangunkan istri beliau."

2. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam beri’tikaf pada 10 Terakhir ini, beliau menahan diri dari berbagai aktivitas keduniaan, untuk konsentrasi ibadah dan merasakan lezatnya ibadah tersebut. Sebagaimana disebutkan dalam hadist:

Abdullah bin Umar Radhiyallahu 'anhu berkata, "Rasulullah biasa melakukan i'tikaf pada sepuluh hari yang terakhir dari bulan Ramadhan."

Aisyah Radhiyallahu 'anha istri Nabi mengatakan bahwa Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam selalu beri'tikaf pada sepuluh hari yang terakhir dari bulan Ramadhan sehingga Allah mewafatkan beliau. Setelah itu para istri beliau beri'tikaf sepeninggal beliau.

I'tikaaf berarti: "Tekun dalam melakukan sesuatu. Karena itu, orang yang tinggal di masjid dan melakukan ibadah disana, di-sebut mu'takif atau 'aakif."[1] Sedangkan arti i'tikaaf menurut istilah syara' ialah: "Seseorang tinggal/menetap di masjid dengan tujuan mendekatkan diri kepada Allah dengan sifat/ciri tertentu."

Para ulama sepakat bahwa i'tikaaf disyari'atkan pada bulan Ramadhan dan bulan-bulan lainnya dan i'tikaaf yang paling utama adalah pada sepuluh malam terakhir dari bulan Ramadhan. Hal tersebut karena Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam selalu mengerjakannya, sebagaimana disebutkan dalam hadits diatas.

3. Pada malam-malam itu sangat besar kemungkinan salah satu di antaranya adalah malam Lailatur Qadar. Suatu malam penuh barakah yang lebih baik daripada seribu bulan.

Di antara nikmat dan karunia Allah subhanahu wa ta’ala terhadap umat Islam, dianugerahkannya kepada mereka satu malam yang mulia dan mempunyai banyak keutamaan. Suatu keutamaan yang tidak pernah didapati pada malam-malam lainnya. Tahukah anda, malam apakah itu? Dia adalah malam “Lailatul Qadr”. Suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan.

Malam itu adalah malam yang penuh ampunan, dan barang siapa yang menegakkan sholat pada malam itu niscaya dosa diampuni sebagai mana sebuah hadist:

Abu Hurairah رضي الله عنه berkata, "Rasulullah saw, bersabda, 'Barangsiapa yang menegakkan (shalat) pada malam Lailatul Qadar karena iman dan mencari keridhaan Allah, maka diampunilah dosanya yang telah lalu.'
(SalafiDb dari berbagai sumber Alquran dan Hadist)

Mari berlomba-lomba dalam kebajikan dan menegakkan ibadah di akhir-akhir bulan Ramadhan demi tercapainya kemuliaan disisi Allah. Dan semoga derajat kita diangkat menjadi manusia yang berguna bagi agama dan bangsa Amin, Akhir kalam Wasaalamualaikum.


4 komentar:

Ahmad El Habash said...

Wehihihihi....ane dapet siraman rohani!

Eri Ricaldo said...

Takutnya nanti ibadahnya pada gak khusyuk, hanya mengejar berkah...

adedosol said...

Inilah saat yg baik bagi kita beribadah ya tentunya dengan kekhusuan dan keikhlasan mencari Ridho Allah semata

Mengembalikan Jati Diri Bangsa said...

Ah senangnya orang yang bisa ber malam lailatul qodar..... met berpuasa Sobat

Post a Comment

Silahkan memberi komentar, saran, kritik atau masukan tentang artikel atau blog ini
Do not insert a link on comment box or you will be considered a spammer

 
Seo marketing © 2010 | Designed by Chica Blogger | Back to top